tri dekorasi kliwonan

Kami TRI Dekorasi kliwonan disolo melayani jasa sewa tanaman hias. ,rental tanaman untuk kantor apartemenHotel.gedung di wilayah solo  dan mini garden,dekorasi pernikahan,dekorasi siraman dan dekorasi kamar penggantin.Dekorasi bunga untuk peresmian kantor.dekorasi untuk acara peresmian dan seminar dikota solo,dekorasi bunga untuk acara wisuda di solo silahkan menghubungi kami di no tlp kami 085841216585(mas budi) 081240994973    (Mas yuli)082136353410  (pak sri)Kami juga menyediakan berbagai tanaman hias untuk keperluan kantor,rumah maupun apartemen anda di kota solo. Kami siap membantu mewujudkan keindahan dan keasrian dengan tumbuhan hias sehingga hati dan pikiran menjadi segar dan fresh kami tidak memasang harga namun harga bisa menyesuaikan sesuai anggaran anda diwilayah kota solo dan sekitarnya.kami tri dekorasi kliwonan mengucapkan terima kasih atas kunjungan anda somoga hari anda menjadi lebih berkesanSilahkan kalau ma hunting ke green office tri dekorasi kliwonan04/07, JL. Raya  Kalioso-Simo km 0,8, 57378, Boyolali

Dekorasi solo

Dekorasi solo kalioso ok
Tampilkan postingan dengan label Batik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batik. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 April 2012

Pameran batik mengambil tema meta morfosis

SOLO, KOMPAS.com --Solo Batik Carnival (SBC) yang merupakan event tahunan kota Solo, Jateng yang pertama digelar yahun 2008 dan sekarang telah memasuki tahun kelima, kali ini mengambil tema Methamorfosis. "Proses penciptaannya, batik selalu mengalami perubahan mulai dari kain polos hingga menjadi sebuah kain dengan motif yang indah. Metamorfosis dalam proses membatik itu pula yang mengilhami kami untuk diangkat menjadi thema SBC tahun 2012," kata Konsultan SBC Dynan Fariz diSolo, Senin. Proses penciptaanbatik mulai dari kain polos, diberi pola, kemudian proses pelapisan malam, hingga pewarnaan dan menjadi kain batik itu merupakan proses metamorfosis. Batik selalu mengalami prosesmetamorfosis. Ia mengatakan, pihaknya saat ini tengah menggodok presentasi dari konsep tersebut dalam bentuk workshop yang dilaksanakan sejak Februari laluhingga 30 Mei 2012. Dalam proses workshop selama empat bulan tersebut, sebanyak sekitar 300 peserta dilatih untuk merancang, membuat, hinggamenampilkan kostum carnival secara mandiri. Peserta berasal dari berbagai kelompok umur mulai anak-anak hingga dewasa. Presentasi dari konsep tersebut, akan dibagi dalam empat bagian yang disebut dengan Meta, yakni meta satu hingga empat. Meta tersebut untuk menggambarkan proses penciptaandan metamorfosisbatik. "Meta satu mulai dari batik polosanyakni hanya pola, kemudian ada yang sudah dalamproses dilapisi malam. Ada pula meta yang menggambarkan proses batik yang sudah diberi pewarnaan," katanya. Ia mengatakan dalam gelaran SBCpeserta wajib merancang, memakai, dan membiayai produksi kostumnya. "Kita ingin membentukorang yang kreatif dan mandiri dalam membuat kostum hingga mempresentasikannya". Fariz dalam hal inijuga menekankanagar peserta dapat memanfaatkan barang-barang bekas di sekitarnya untuk dapat didaur ulang menjadi bagian dari kostum SBC. Workshop yang berakhir 30 Mei 2012, peserta akan menjalani pelatihan untuk tampil di catwalk jalanan. Dirinya berharap gelaran SBC bisa dikenal sampai tingkat internasional layaknya Carnival di Pasadena Brazil. Gelaran puncak SBC 2012, akan dilaksanakan pada 30 Juni 2012. Ketua Yayasan SBC Susanto menjanjikan sesuatu yang baruakan ditampilkan dalam SBC 2012 kali ini. Sebelum dipentaskan di catwalk jalanan menyusuri Jalan Slamet Riyadi, Kostum SBC akan dipresentasikan di dalam Stadion Sriwedari Solo agar penonton bisa lebih menikmati keindahan kostum. "Opening akan kita gelar di Stadion Sriwedaridengan tata panggung yang direncanakan. Setelahnya kostum tetap akan dipresentasikan ke luar, di Jalan Slamet Riyadi agar bisa dinikmati masyarakat luas," katanya. Selain itu, pihak panitia juga akan memberi penghargaan bagi peserta dengan rancangan kostum terbaik menurut penilaian panitia."Nantinya akan ada bentuk pengharaan untuk peserta dengan kostum terbaik," katanya.

Rabu, 14 Maret 2012

Pameran batik di solo

ilustrasi (dok) SOLO- -Sejumlah pelaku usaha batik dari luar Solo antusias mengikuti pameran di mal di Solo. Pengusaha batik dari Pekalongan, Klaten, Jogja dan Boyolali misalnya ikut serta di Pameran Batik dan Craft yang dihelat di Atrium Mal Solo Paragon, 29 Februari hingga 12 Maret. Direktur Kerabat, selaku event organizer (EO) pameran, Hari Budi Santoso, mengungkapkan minta pengusaha luar Solountuk ikut serta di pameran, terutama pameran di mal, cukup tinggi. Rupanya, gaung Solo sebagai Kota Batik, turut mengilhami pengusaha batik luar Solo mencoba peruntungan di kota ini. “Ada banyak peserta dari luar Solo. Yang batik misalnya ada dari Bantul Jogja, Klaten, Boyolali dan Pekalongan. Pameran adalah cara efektif mengenalkan produk kepada konsumen. Apalagikalau diadakan di mal,” ungkap Heri, saat ditemi wartawan, di sela-sela pameran, di Mal Solo Paragon, Jumat (2/3/2012). Pameran batik dan kerajinan kali ini adalah pameran batik perdana yang dihelat di Mal Solo Paragon tahun ini. Sebanyak 45 peserta ikut serta dalam pameran. Menurut Heri, selain pengusaha batik, di pameran itu ikut pula pelaku usaha kerajinan tangan dan mebel antik, seperti mebel dari Boyolali. Kegiatan yang dihelat selama 13 hari itu diharapkan sukses mengenalkan produk peserta pameran ke konsumen. “Soal target transaksi itu peserta yang menetapkan.Yang jelas ini juga menjadisarana mereka dan kami untuk melihat dan menjajaki potensi pameran di mal baru, Mal Solo Paragon,” imbuhnya. Sementara itu, pameran kali ini menyuguhkan pilihan produk yang beraneka ragam. Peserta pameran juga memberikan promo harga yang menarik, mulai 10%-50%.

Kamis, 01 Maret 2012

Kreasi perajin batik bekonang dipamerkan model

BATIK BEKONANG -- Seorang model memamerkan busana batik Bekonang kreasi perancan busana asal Sukoharjo, Satriyo Joeli Wiyoto atau Owens Joe dalam fashion luncheon di Hotel Sunan, Solo, Selasa (28/2/2012). (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu) SOLO –Posisi Bekonang sebagai salah satu sentra produksi batik dan kerajinan lain membuat wilayah ini potensial untukdikembangkan menjadi Kota Batik. Wakil Bupati Sukoharjo, Haryanto pun menyatakan siap mendukung upaya itu. Hal ini juga diusulkan salahseorang perancang busana Sukoharjo, Satrio Joeli Wiyoto yang mendambakan Bekonang menjadi salah satu kota wisata batik di Sukoharjo. Karena di masa kejayaan Keraton Surakarta dulu, Bekonang dinilai merupakan salah satu kawasan batik yang pernah moncer. “Itu ide yang bagus sehingga bisa dijadikan wisata budaya. Sebab di seputar bekonang ada pengrajin gamelan dan sebagainya yang bisa menjadi kesatuan paket wisata,” ujar Haryanto seusai membuka acara Eco-Live Bekonang Batik diHotel Sunan, Solo, Selasa (28/2/2012). Menurut dia Bekonang diuntungkan dengan letak geografis kawasan yang berdekatandengan Kota Solo. Sehingga jika wisatawan yang selama ini banyak berhenti sampai di Solo bisa ditarik ke Bekonang. Sementara itu Satrio menambahkan pihaknya amat mendambakan industri batik tumbuh dan berkembang di Sukoharjo. Sehingga selain akan membuka lapangan kerja, juga bisa dijadikan obyek wisata. Sebab selama ini Sukoharjo dinilai belum memunyai obyek wisata yang memadai. Menurut dia batik Bekonang saat ini mengalami kemajuan proses cukup signifikan. Di antaranya dengan menggunakan pewarna alami atau alam sintetis dan sintetis full dengan cirikhas motif-motif Bekonang yang beragam dan pola-pola baru. Hal itu dimaksudkan guna memenuhi selera konsumen atau pasar. “Batik warna sogan Solo baik Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran dibuat di Bekonang karenapembatik dari sekitar Bekonang sangat banyak, sehingga mampu memenuhi pasar,” kata Joeli.

Warga asing juga membuat desain batik

ilustrasi (dok) SOLO –Batik makin mendunia. Tak hanya menginginkan pasokan produk jadi batik, rupanya warga negera asing (WNA)pun doyan mendesain batik. Sebut saja tiga warga Amerika, Kelly Cobh, Joanne Giglioti, dan Elizabeth R Urabe, yang menyabet juara dalam lomba desain batik Amerika alias American Batik Design Competition yang dihelat KBRI di Washington DC, tahun lalu. Senin (27/2/2012), tiga orang tersebut menyambangi Solo untuk melihat proses produksi batik di Batik Keris. Saat ditemui wartawan, seusai bertandang ke Batik Keris, Joanne mengungkapkan kegandrungannya terhadap batik. Dia belajartentang batik di univesitas. Dalam lomba desain batik tersebut, Joanne membuat desain yang sangat Indonesia. Ada lambang Garuda di desain bikinannya. Desain batik tersebut juga unik karena menyertakan macam-macam bentuk seperti roda, pesawat, roket, kupu-kupu, kapal layar, dan termasuk motif batik tradisional. “Tema batik saya adalah Sun Rises in the East and Lights the West: America Completes the Circle,” kataJoanne. Tak hanya Joanne, pemenang lain, Kelly Cobh, juga memiliki harapan bisa memproduksi batik desainnya dengan menggandeng produsen batik Indonesia. Kelly sendiri membuat batik unik yang tampak seperti barcode yang biasa dipakai di koran atau dalam dunia teknologi dikenal sebagai quick respone (QR) code. Bukan hanya kenampakannya, Kelly memastikan barcode juga berfungsi sesuai tampilannya, yakni bisa jadi link untuk masuk website desain batik miliknya.